Mengenal Beberapa Macam Jenis Teropong

Teropong merupakan penemuan yang sangat bermanfaat karena memudahkan manusia untuk mengamati berbagai benda. Sebelum teropong ditemukan, manusia tidak mempunyai kemampuan untuk melihat benda dari jarak jauh. Dunia penelitian semakin terbantu dengan alat optik yang satu ini. Sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini, jenis-jenis teropong sangat bervariasi.

Pengertian Teropong, Jenis dan Fungsinya

Berdasarkan pengertiannya, teropong merupakan alat optik untuk melihat benda-benda dari jarak jauh. Alat ini memungkinkan manusia untuk mengamati berbagai hal seperti kapal di laut, gunung, hingga bintang. Teropong kemudian dikembangkan oleh Galileo sehingga terciptalah alat yang disebut sebagai teleskop. Penemuan ini menjadi alat yang sangat penting dalam dunia astronomi hingga saat ini.

Siapakah sebenarnya yang menemukan teropong? Hans Lippershey diketahui sebagai penemu teropong. Lippershey adalah seorang pembuat lensa kelahiran Jerman pada tahun 1594. Ia menetap di Belanda dan menjadi warga negara Belanda pada tahun 1602. Meskipun publik mengenal Galileo sebagai penemu teleskop pertama, namun Lippershey adalah penemu konsep teropong.

Lippershey tidak mendapat hak paten atas penemuan teropongnya. Namun pada akhirnya, pemerintah Belanda memberikan hadiah atas desain yang dibuatnya. Teropong temuan Lippershey mampu memperbesar hingga tiga kali pembesaran. Beberapa tahun kemudian, Galileo mempelajari konsep ini dan menciptakan modifikasi dari teropong yang kemudian disebut sebagai teleskop.

Hingga saat ini, ada berbagai macam teropong yang biasa digunakan oleh masyarakat awam maupun peneliti. Macam-macam teropong tersebut meliputi :

1. Teropong bumi

Teropong bumi

Teropong bumi merupakan jenis teropong yang biasa digunakan untuk mengaamati berbagai benda di darat dan di laut sehingga anda bisa mengamati berbagai keragaman bumi. Alat ini berfungsi untuk mengamati kapal di laut atau gunung berapi. Selain itu, teropong ini juga dimanfaatkan untuk mengamati burung, bahkan musuh yang berada di kejauhan.

Teropong ini mempunyai tiga buah lensa, yaitu lensa objektif, lensa cembung, dan lensa okuler. Lensa cembung berfungsi sebagai pembalik sedangkan lensa okuler berfungsi untuk pembesar. Lensa pembalik biasanya diletakkan di antara lensa objektif dan okuler. Posisi ini memungkinkan teropong untuk menciptakan jarak bayangan dengan lensa pembalik sebesar 2f.

Jenis teropong ini menghasilkan bayangan akhir tegak, maya, dan diperbesar. Proses pembuatan teropong ini lebih kompleks jika dibandingkan dengan teropong bintang. Hal ini dikarenakan teropong bumi tidak boleh menghasilkan bayangan yang terbalik seperti halnya teropong bintang.

2. Teropong bintang

teropong bintang

Sesuai dengan namanya, fungsi teropong ini adalah untuk mengamati bintang-bintang. Teropong bintang biasa digunakan dalam dunia astronomi. Alat ini mempunyai dua lensa cembung yang terdiri dari lensa okuler dan lensa objektif. Bayangan akhir yang dihasilkan oleh teropong ini mempunyai sifat maya, terbalik dan diperbesar.

Teropong bintang biasa juga disebut sebagai teropong pantul apabila lensa objektif diganti dengan cermin cekung. Di Indonesia, Anda bisa menjumpai dan mencoba teropong bintang di Planetarium Jakarta atau Boscha Bandung.

Teropong bulan juga merupakan bagian dari jenis ini. Menggunakan peralatan yang sama, Anda bisa mengamati bintang dan bulan dalam waktu yang bersamaan. Teleskop bulan bisa digunakan oleh masyarakat umum. Meskipun demikian, teleskop ini tidak mempunyai pembesaran seperti teropong pada pusat pengamatan astronomi.

3. Teropong panggung

teropong panggung

Teropong panggung biasa juga disebut sebagai teropong sandiwara. Alat ini biasa digunakan saat Anda menyaksikan drama atau sandiwara dari atas balkon. Teropong ini terdiri dari lensa objektif (cembung) dan lensa okuler (cekung). Bayangan akhir yang dihasilkan oleh alat ini bersifat maya, tegak, diperbesar.

4. Teropong prisma

Teropong prisma

Teropong ini biasa juga disebut sebagai teropong binocular. Disebut sebagai binocular karena teropong prisma menggunakan dua buah prisma optik. Alat ini menggunakan prisma sebagai lensa pembalik. Teropong ini cenderung lebih pendek jika dibandingkan dengan jenis teropong lainnya. Periskop yang terpasang pada kapal selam merupakan contoh dari teropong prisma.

Teropong militer biasanya menggunakan teropong dari jenis ini. Bentuknya yang kecil memungkinkan pasukan untuk mengintai musuh tanpa terlihat mencolok. Untuk memaksimalkan fungsi pemantauan, tersedia juga teropong malam yang dilengkapi dengan inframerah.

Biasa disebut sebagai teropong night vision, teropong inframerah memungkinkan pengguna untuk mengamati dalam gelapnya malam. Benda ini juga sangat cocok digunakan untuk berburu.

5. Teropong monocular

teropong monokuler

Jenis teropong ini sedikit berbeda dengan teropong lainnya. Jika teropong biasanya mempunyai dua jendela untuk melihat benda dari jarak jauh, teropong monocular hanya mempunyai satu jendela saja. Alat ini biasa digunakan untuk keperluan rekreasi. Jarak pandang benda ini juga cukup jauh, yaitu mencapai 8.000 meter.

Teropong jenis monocular terbilang cukup praktis. Anda bisa mengatur jarak pandang dengan mengatur lensa. Jika dilihat, teropong monocular bisa diatur panjang pendeknya. Padahal sebenarnya pengguna sedang mengatur jarak pandang benda.

Leave a Reply